5 Contoh Format Proposal Pengajuan Modal Kerja Koperasi ke LPDB-KUMKM yang Lengkap dan Siap Pakai

5 Contoh Format Proposal Pengajuan Modal Kerja Koperasi ke LPDB-KUMKM yang Lengkap dan Siap Pakai

Modal kerja menjadi salah satu faktor penting agar koperasi dapat menjalankan dan mengembangkan kegiatan usahanya. Kebutuhan membeli bahan baku, menambah persediaan barang, memperbesar kapasitas produksi, hingga memperkuat pembiayaan kepada anggota sering kali membutuhkan dana yang tidak sedikit. Salah satu alternatif pembiayaan yang dapat dipertimbangkan koperasi adalah dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi atau LPDB Koperasi.

Pengajuan dana bergulir tidak cukup hanya menyampaikan nominal dana yang dibutuhkan. Koperasi perlu mempersiapkan data kelembagaan, kondisi usaha, laporan keuangan, rencana penggunaan dana, hingga dokumen pendukung. LPDB Koperasi saat ini menyediakan pengajuan melalui E-Proposal dan formulir resmi berdasarkan jenis koperasi. Karena itu, contoh format proposal berikut dapat digunakan sebagai referensi awal sebelum data dimasukkan dan dokumen disesuaikan dengan formulir resmi LPDB Koperasi.

Mengenal Pengajuan Modal Kerja ke LPDB Koperasi

LPDB Koperasi merupakan lembaga pemerintah yang menyalurkan dana bergulir kepada koperasi. Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha koperasi, termasuk kebutuhan modal kerja.

Untuk koperasi sektor riil, beberapa kriteria dasar penerima dana bergulir adalah berbadan hukum koperasi, memiliki Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK), mempunyai status kantor yang jelas, menjalankan usaha produktif, serta memenuhi ketentuan terkait jaminan dan riwayat pembayaran pembiayaan sebelumnya.

Pengajuan proposal dapat dilakukan secara online melalui E-Proposal. LPDB Koperasi juga menyediakan formulir berbeda untuk koperasi sektor riil dan koperasi simpan pinjam. Artinya, isi proposal perlu menyesuaikan karakteristik kegiatan usaha koperasi yang mengajukan pembiayaan.

Berikut lima contoh format yang dapat dijadikan referensi.

1. Contoh Format Proposal Modal Kerja Koperasi Sektor Riil

Format pertama cocok untuk koperasi yang memiliki kegiatan usaha produktif seperti perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, produksi makanan, kerajinan, distribusi barang, atau usaha sektor riil lainnya.

PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN MODAL KERJA

KOPERASI PRODUSEN MAJU BERSAMA

A. Identitas Koperasi

Nama Koperasi: Koperasi Produsen Maju Bersama
Nomor Badan Hukum: [Isi Nomor]
Nomor Induk Koperasi: [Isi NIK]
Alamat: [Alamat Lengkap]
Nomor Telepon: [Nomor Telepon]
Email: [Email Koperasi]
Nama Ketua: [Nama Ketua]
Bidang Usaha: Perdagangan dan Distribusi Produk Anggota

B. Latar Belakang

Koperasi Produsen Maju Bersama merupakan koperasi yang bergerak dalam pengumpulan, pemasaran, dan distribusi produk yang dihasilkan anggota. Seiring bertambahnya permintaan pasar, koperasi membutuhkan tambahan modal kerja untuk meningkatkan volume pembelian produk anggota serta memperluas kegiatan distribusi.

Keterbatasan modal kerja menyebabkan koperasi belum dapat memenuhi seluruh permintaan pasar. Oleh karena itu, koperasi bermaksud mengajukan pinjaman/pembiayaan dana bergulir kepada LPDB Koperasi.

C. Tujuan Pengajuan

Dana modal kerja akan digunakan untuk:

  • pembelian produk dari anggota;
  • penambahan persediaan;
  • pembelian bahan pendukung;
  • biaya distribusi dan operasional;
  • pengembangan pemasaran produk.

D. Nilai Permohonan

Jumlah pinjaman yang diajukan: Rp1.000.000.000

Jangka waktu yang diajukan: [disesuaikan kebutuhan dan hasil analisis LPDB]

E. Rencana Penggunaan Dana

Pembelian produk anggota: Rp600.000.000
Penambahan persediaan: Rp200.000.000
Distribusi dan logistik: Rp100.000.000
Operasional usaha: Rp100.000.000

Total: Rp1.000.000.000

F. Sumber Pembayaran

Pengembalian pinjaman direncanakan berasal dari pendapatan kegiatan perdagangan dan distribusi produk koperasi.

G. Penutup

Demikian proposal permohonan modal kerja ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar permohonan dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan LPDB Koperasi.

Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih.

[Kota], [Tanggal]

Ketua Koperasi
[Nama dan tanda tangan]

Bendahara
[Nama dan tanda tangan]

Format tersebut sebaiknya dilengkapi laporan RAT, laporan keuangan, rekening koran operasional, legalitas usaha, dokumen kantor dan dokumen jaminan sesuai persyaratan yang berlaku.

2. Contoh Format Proposal Modal Kerja Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam membutuhkan format yang sedikit berbeda karena LPDB meminta data tambahan mengenai kegiatan penyaluran pinjaman dan kualitas piutang koperasi.

PROPOSAL PERMOHONAN MODAL KERJA
KOPERASI SIMPAN PINJAM SEJAHTERA

A. Profil Koperasi

Nama: Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera
Badan Hukum: [Nomor]
NIK: [Nomor]
Alamat: [Alamat]
Jumlah Anggota: [Jumlah]
Ketua: [Nama]
Manajer: [Nama]

B. Kondisi Usaha

Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera memberikan pelayanan pembiayaan kepada anggota yang memiliki kegiatan usaha produktif. Pertumbuhan jumlah anggota dan kebutuhan pembiayaan menyebabkan permintaan pinjaman meningkat.

Modal yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan anggota sehingga koperasi membutuhkan tambahan sumber pendanaan.

C. Tujuan Pengajuan

Pinjaman dana bergulir akan digunakan untuk memperkuat kemampuan koperasi dalam memberikan pembiayaan produktif kepada anggota.

D. Nilai Pengajuan

Plafon yang dimohonkan: Rp2.000.000.000

E. Rencana Penyaluran

Pembiayaan usaha mikro anggota: Rp900.000.000
Pembiayaan perdagangan anggota: Rp500.000.000
Pembiayaan usaha produksi: Rp400.000.000
Pembiayaan sektor jasa produktif: Rp200.000.000

Total: Rp2.000.000.000

F. Data Kinerja

Jumlah anggota aktif: [Jumlah]
Outstanding pinjaman anggota: Rp[Nominal]
Jumlah peminjam aktif: [Jumlah]
Kolektibilitas: [Isi sesuai kondisi sebenarnya]

G. Sumber Pengembalian

Pembayaran kewajiban kepada LPDB Koperasi akan berasal dari penerimaan angsuran pembiayaan anggota dan pendapatan usaha koperasi.

Untuk koperasi simpan pinjam, LPDB mensyaratkan dokumen tambahan berupa rekap pencairan pinjaman selama 12 bulan terakhir serta rekap kolektibilitas piutang selama 12 bulan terakhir yang ditandatangani pengurus.

3. Contoh Proposal Modal Kerja untuk Pengembangan Unit Usaha Koperasi

Format berikut cocok apabila koperasi sudah memiliki unit usaha dan membutuhkan tambahan modal untuk memperbesar kapasitasnya.

PROPOSAL PENGEMBANGAN UNIT USAHA KOPERASI

A. Gambaran Umum

Koperasi Serba Usaha Makmur memiliki unit perdagangan kebutuhan pokok yang melayani anggota dan masyarakat sekitar. Dalam satu tahun terakhir terjadi peningkatan permintaan terhadap berbagai produk yang dipasarkan koperasi.

Namun, keterbatasan modal menyebabkan persediaan barang belum dapat ditingkatkan secara optimal.

B. Permasalahan

Beberapa permasalahan yang dihadapi meliputi:

  1. keterbatasan persediaan barang;
  2. meningkatnya permintaan anggota;
  3. kebutuhan pembelian barang dalam jumlah lebih besar;
  4. keterbatasan modal operasional;
  5. perlunya peningkatan kapasitas distribusi.

C. Rencana Pengembangan

Tambahan modal kerja akan digunakan untuk meningkatkan stok produk dan memperkuat distribusi.

Target setelah memperoleh tambahan modal adalah peningkatan kapasitas penjualan, bertambahnya jumlah produk yang tersedia, meningkatnya pelayanan anggota, serta bertambahnya pendapatan koperasi.

D. Anggaran

Persediaan barang: Rp500.000.000
Bahan pendukung: Rp100.000.000
Distribusi: Rp100.000.000
Operasional usaha: Rp100.000.000

Total kebutuhan modal: Rp800.000.000

E. Proyeksi Usaha

Omzet sebelum pembiayaan: Rp[Nominal]/bulan
Target omzet setelah pembiayaan: Rp[Nominal]/bulan
Perkiraan laba usaha: Rp[Nominal]/bulan
Perkiraan arus kas tersedia untuk pembayaran: Rp[Nominal]/bulan

Proyeksi sebaiknya dibuat berdasarkan data historis koperasi. Hindari memasukkan target pendapatan yang terlalu tinggi tanpa dasar karena laporan keuangan dan aktivitas rekening koperasi menjadi bagian dari dokumen yang diperiksa dalam pengajuan. LPDB meminta laporan keuangan satu tahun terakhir dan rekening koran operasional minimal enam bulan untuk pengajuan sektor riil.

4. Contoh Format Proposal Modal Kerja dengan RAB

Rencana Anggaran Biaya atau RAB membantu menjelaskan secara lebih rinci bagaimana dana yang diajukan akan digunakan.

Misalnya sebuah koperasi produksi membutuhkan modal Rp1,5 miliar, formatnya dapat dibuat sebagai berikut.

Rencana Anggaran Penggunaan Modal Kerja

No.KebutuhanNilai
1Pembelian bahan bakuRp650.000.000
2Persediaan barang produksiRp300.000.000
3Kemasan dan bahan pendukungRp150.000.000
4Distribusi dan logistikRp150.000.000
5Biaya operasional usahaRp150.000.000
6Pengembangan pemasaranRp100.000.000
TotalRp1.500.000.000

Penjelasan Penggunaan Dana

Pembelian bahan baku

Dana digunakan untuk menjamin ketersediaan bahan baku sehingga kegiatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Persediaan barang produksi

Anggaran digunakan untuk meningkatkan ketersediaan produk sehingga koperasi mampu memenuhi peningkatan permintaan pasar.

Kemasan

Dana dialokasikan untuk pengadaan kemasan yang dibutuhkan dalam proses pemasaran produk.

Distribusi

Anggaran digunakan untuk mendukung proses pengiriman produk dari koperasi menuju konsumen atau mitra pemasaran.

Operasional

Dana digunakan untuk kebutuhan operasional yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas unit usaha.

RAB harus dibuat berdasarkan kebutuhan nyata. Formulir sektor riil LPDB sendiri meminta rincian jenis pinjaman, nominal, jangka waktu serta rincian modal kerja dan/atau investasi yang dimohonkan.

5. Contoh Format Proposal Lengkap dengan Surat Permohonan

Selain proposal usaha, koperasi perlu memperhatikan surat permohonan resmi. Format sederhana berikut dapat dijadikan referensi sebelum menyesuaikannya dengan formulir resmi terbaru.

KOP SURAT KOPERASI

Nomor: [Nomor Surat]
Lampiran: 1 berkas
Perihal: Permohonan Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir

Kepada Yth.
Direktur Utama LPDB Koperasi Republik Indonesia
di Jakarta

Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana pengembangan kegiatan usaha Koperasi [Nama Koperasi], bersama surat ini kami bermaksud mengajukan permohonan pinjaman/pembiayaan dana bergulir untuk kebutuhan modal kerja sebesar Rp[Nominal].

Dana tersebut direncanakan digunakan untuk [jelaskan secara singkat penggunaan dana], sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha koperasi serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada anggota.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama permohonan ini kami menyampaikan proposal usaha dan dokumen pendukung sesuai persyaratan yang berlaku.

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Kami berharap pengajuan tersebut dapat dipertimbangkan sesuai prosedur dan hasil analisis LPDB Koperasi.

Atas perhatian dan kerja samanya kami mengucapkan terima kasih.

[Kota], [Tanggal]

Koperasi [Nama]

Ketua,
[Tanda Tangan]
[Nama]

Sekretaris,
[Tanda Tangan]
[Nama]

Catatan: surat di atas merupakan contoh penulisan. Saat melakukan pengajuan sebenarnya, gunakan formulir aplikasi resmi terbaru yang disediakan LPDB Koperasi. Formulir resminya memuat bagian khusus mengenai identitas koperasi, pengurus/pengawas/pengelola, rincian permohonan pinjaman dan informasi lainnya.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Proposal yang rapi perlu didukung dokumen yang sesuai. Untuk pengajuan sektor riil, dokumen yang tercantum dalam persyaratan LPDB antara lain formulir aplikasi permohonan, akta pendirian atau anggaran dasar beserta perubahan dan pengesahannya, laporan RAT terakhir, rekening koran operasional minimal enam bulan, identitas pengurus dan pengawas, laporan keuangan, perizinan koperasi, bukti status kantor, dokumen objek jaminan, serta Sertifikat Nomor Induk Koperasi.

Laporan keuangan setidaknya perlu menggambarkan kondisi keuangan koperasi secara jelas. Dalam checklist resmi LPDB disebutkan bahwa laporan keuangan minimal terdiri atas neraca, perhitungan hasil usaha dan arus kas. Untuk pengajuan pinjaman lebih dari Rp5 miliar, laporan keuangan yang disampaikan harus merupakan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP).

Cara Membuat Proposal Lebih Siap untuk Diajukan

Hal terpenting bukan membuat proposal sepanjang mungkin, melainkan memastikan data di dalamnya konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. Nominal kebutuhan modal dalam proposal harus sesuai dengan RAB. Proyeksi omzet perlu dibuat berdasarkan kondisi usaha, sedangkan kemampuan pembayaran sebaiknya diperhitungkan dari arus kas yang realistis.

Pastikan pula identitas koperasi, jumlah anggota, data pengurus, laporan keuangan, rekening koran dan informasi kegiatan usaha tidak saling bertentangan.

Proposal juga sebaiknya menjelaskan hubungan antara pembiayaan dengan manfaat yang akan diterima anggota. Misalnya, tambahan Rp1 miliar bukan sekadar disebut sebagai “modal kerja”, tetapi dijelaskan bahwa Rp600 juta digunakan membeli produk anggota, Rp200 juta menambah stok dan sisanya mendukung distribusi serta operasional.

LPDB Koperasi menyatakan proses pengajuan dana bergulir dilakukan secara digital melalui E-Proposal. Dalam informasi terbarunya pada Agustus 2026, LPDB juga menjelaskan bahwa calon mitra dapat memantau perkembangan pengajuan melalui dashboard aplikasi. Proses pengajuan dana bergulir LPDB sendiri tidak dipungut biaya, meskipun biaya notaris atau lembaga penjaminan dapat muncul apabila layanan tersebut digunakan.

Perhatikan Jangka Waktu Modal Kerja

Koperasi juga perlu menyesuaikan jumlah pembiayaan dengan kemampuan pembayaran. Berdasarkan FAQ resmi LPDB Koperasi, jangka waktu layanan untuk modal kerja adalah sampai 5 tahun, sedangkan untuk investasi sampai 10 tahun.

Karena itu, proyeksi arus kas menjadi bagian penting dalam perencanaan. Jangan mengajukan nominal besar hanya karena batas pembiayaan memungkinkan. Nilai permohonan sebaiknya benar-benar berdasarkan kebutuhan usaha dan kemampuan koperasi dalam memenuhi kewajibannya.

Jangan Mengandalkan Template Saja

Lima contoh di atas dapat membantu pengurus memahami cara menyusun informasi proposal secara sistematis. Namun, contoh tersebut bukan formulir resmi dan tidak menjamin persetujuan pembiayaan.

LPDB menyediakan Form Proposal Koperasi Sektor Riil dan Form Proposal Koperasi Simpan Pinjam melalui halaman dokumen dan formulir resminya. Koperasi sebaiknya mengunduh formulir terbaru sebelum mengajukan permohonan.

Selain itu, selama proses analisis, akad maupun pencairan, LPDB dapat meminta data atau dokumen tambahan. Oleh sebab itu, pengurus perlu memastikan dokumen kelembagaan, laporan keuangan dan data kegiatan usaha selalu diperbarui dan dapat diverifikasi.

Sumber resmi:
LPDB Koperasi – Pembiayaan Sektor Riil
LPDB Koperasi – Pembiayaan Simpan Pinjam
LPDB Koperasi – Alur Proses
LPDB Koperasi – Dokumen dan Formulir
LPDB Koperasi – FAQ

Share :